Search

Kemenag Jatim Siapkan Tambahan Kuota Jamaah Haji 2023

Aulanews.id – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, Husnul Maram mengaku pihaknya telah menyiapkan 4 kloter jamaah haji kuota tambahan. Mereka direncakanan akan berangkat ke Tanah Suci pada akhir gelombang kedua.

Pria yang juga Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya itu menjelaskan, dari 8.000 total kuota tambahan jamaah haji dari Arab Saudi untuk Indonesia terbagi menjadi 1.300 kuota. Dengan adanya penambahan kuota ini jumlah jamaah haji asal Jatim yang berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini mencapai 36.452 orang.

“Total sementara ada 36.703 jamaah, termasuk cadangan yang sudah melakukan pelunasan,” terangnya dilansir dari jatim.nu.or.id, Rabu (14/6/2023).

Dijelaskan, ternyata masih terdapat 251 jamaah yang sudah melakukan pelunasan, tapi belum tertampung kuota haji pada tahun 2023 ini. “Jatim akan menambah 4 kloter yang akan diterbangkan dengan pesawat Garuda pada penghujung gelombang dua,” jelasnya.

Hingga Selasa (13/6/2023), Asrama Haji Embarkasi Surabaya sudah memberangkatkan 54 kloter. Terdiri dari 23.604 jemaah haji dan 270 orang petugas. Sehingga total yang sudah diberangkatkan berjumlah 23.874 orang atau sudah sekitar 65 persen.

Baca Juga:  Upaya global untuk mengakhiri mutilasi alat kelamin perempuan dirusak oleh 'cuti liburan'

Sementara jamaah yang sakit dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit Haji ada tujuh jamaah. Mereka mengalami sakit paru, kejang, leukimia, trombosit, hipertensi, vertigo, dan anemia. “Sehingga 4 pendamping jamaah yang sakit ikut menunda keberangkatannya untuk mendampingi pasangannya,” ungkapnya.

Adapun 7 jamaah itu, lanjut Husnul, masih tertunda keberangkatannya sampai dinyatakan sembuh. Termasuk 3 jamaah wanita yang masih hamil muda kembali ke daerah masing-masing. “Jika para jemaah yang sakit bisa sembuh dalam masa operasional pemberangkatan ibadah haji, kami siap untuk memberangkatkan mereka dikarenakan secara dokumen mereka sudah lengkap,” paparnya.

Aulanews.id – Meskipun banyak negara telah mengintensifkan upaya pemberantasannya, praktik ini terus berlanjut di seluruh dunia karena “sifat FGM lintas batas dan transnasional yang bersifat rahasia,” katanya. “Mutilasi alat kelamin...

Kiai Bertutur

Sosial

Add New Playlist