Search

Jelang Lawan Barcelona di UCL, Kelemahan Inter Milan Diumbar Deulofeu

Aulanews.id – Penyerang Udinese Gerard Deulofeu membeberkan kelemahan Inter Milan jelang pertemuan mereka dengan Barcelona di Liga Champions.

Deulofeu tahu betul kekuatan Inter Milan saat ini. Pasalnya ia belum lama ini berduel lawan tim asuhan Simone Inzaghi tersebut. Saat itu Deulofeu tampil apik bagi Udinese. Ia pun membantu timnya menang dengan skor 3-1.

Deulofeu juga terpilih sebagai pemain terbaik di laga tersebut. Pemain asal Spanyol ini menyumbangkan dua asist dan hampir saja mencetak gol.

Jelang duel Liga Champions melawan Barcelona, Gerard Deulofeu diwawancara oleh Mundo Deportivo. Ia dimintai saran untuk mengalahkan inter Milan. Deulofeu mengaku hal tersebut jelas tidak mudah. Sebab Inter sendiri punya sejumlah pemain top macam kiper Samir Handanovic dan bek Denzel Dumfries.

“Samir Handanovic adalah penjaga gawang yang sangat bagus dengan banyak pengalaman, saya ingat musim lalu ia menahan salah satu tendangan bebas saya dengan penyelamatan yang luar biasa,” kata Deulofeu.

Baca Juga:  Klok Sudah Latihan Tapi Edo Belum, Begini Penjelasan Bojan

“Denzel Dumfries memiliki fisik yang fantastis, baik saat menyerang maupun bertahan,” pujinya.

Gerard Deulofeo akhirnya membeberkan kelemahan yang dimiliki oleh Inter Milan. Ia mengatakan kelemahan itu bernama Federico DiMarco. Ia menyebut DiMarco memikiki sikap yantg terlalu impulsif, khususnya saat bergerak maju. Dengan demikian ada ruang di lini belakang yang bisa dieksplotasi.

“Namun, Federico Dimarco agak terlalu impulsif, ia bolak-balik di sepanjang sayap dan meninggalkan ruang. Saya ingat menganggapnya sebagai titik lemah di Inter, karena ia berusaha keras untuk maju,” terang Deulofeu.

Gerard Deulofeu kemudian membeberkan bahwa Inter Milan punya lini belakang yang tangguh. Di sana ada tiga pemain yang semuanya hebat. Mereka adalah Milan Skriniar, Stefan De Vrij, dan Alessandro Bastoni. Namun menurut Deulofeu, De Vrij bisa jadi titik lemah yang bisa diincar Barcelona.

Aulanews.id – Meskipun banyak negara telah mengintensifkan upaya pemberantasannya, praktik ini terus berlanjut di seluruh dunia karena “sifat FGM lintas batas dan transnasional yang bersifat rahasia,” katanya. “Mutilasi alat kelamin...

Kiai Bertutur

Sosial

Add New Playlist