Aulanews.id, Sidoarjo – 20 Finalis Duta Wisata Guk Yuk Sidoarjo tahun 2023 mengikuti kegiatan Sidoarjo City Tour (SCT) pada hari ini, Sabtu (28/10/2023).
Rute SCT kali ini yang dipilih, yaitu Dermaga Tlocor, Pulau Lusi, Candi Pari, dan Candi Sumur.
Selain mengenalkan destinasi wisata di Sidoarjo, SCT ini dimanfaatkan oleh finalis Guk Yuk untuk membuat konten promosi pariwisata Sidoarjo di media sosial.
Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sidoarjo, Marzuqi Yahya menjelaskan salah satu persyaratan di pemilihan Duta Wisata Guk Yuk Sidoarjo tahun 2023, yakni mahir berbicara dalam bahasa Inggris.
“Saya sangat bersyukur, persyaratan mahir berbahasa Inggris ini sudah mulai dijalankan dalam pagelaran pemilihan Guk Yuk Sidoarjo. Tahun 2023 ini, provinsi Jatim dikunjungi puluhan kapal pesiar dari seluruh penjuru dunia. Kebutuhan tourguide berbahasa Inggris sangat tinggi,” kata Marzuqi.
“Candi Pari, Candi Sumur, dan pulau Lusi sudah ada catatan kunjungan banyak touris asing selama Juli hingga Oktober 2023. Biasanya kunjungan tourist asing ini sebagai optional trip sebelum atau setelah berkunjung ke Bromo,” tambah Marzuqi.
Guk Syahrul, salah satu finalis dari Kec. Tulangan dan lulusan SMAN 1 Krembung adalah salah satu peserta yang mahir menyampaikan presentasi dalam bahasa Inggris. Tak hanya itu, Guk Syahrul juga terlihat sangat luwes saat melakukan obrolan-obrolan dalam topik-topik yang berbeda.
Yuk Jasmine, finalis dari Kecamatan Waru, saat ini masih sekolah di SMAN 1 Waru. Yuk Jasmine bercerita tentang industri sandal & sepatu di Desa Wedoro, meliputi proses pembuatan, penjualan, serta teknik marketing toko-toko dalam bahasa Inggris.
Yuk Inggrid yang mewakili Kec Sedati, saat ini masih menempuh pendidikan di SMA Antartika, Buduran, Sidoarjo. Yuk Inggrid bercerita tentang wisata pancing dan wisata sejarah di desa Cemandi, serta tampilan reog Cemandi yang sampai saat ini masih dilestarikan.
Yuk Mira yang masih sekolah di SMA Antartika, tinggal di kelurahan Sidokumpul, kec Sidoarjo, menceritakan tentang fasilitas publik di alun-alun Sidoarjo.
“Gazebo di alun-alun biasa digunakan untuk latihan drama, tari, dan musik. Halaman Disporapar Sidoarjo juga sering dipakai komunitas senam, tari, band, atau sekedar berolahraga,” imbuh Yuk Mita sambil melanjutkan presentasinya dalam bahasa Inggris yang keren.
Guk Fauzi dari Kec. Sidoarjo, juga bercerita tentang proses membatik, baik di Kampung Batik Jetis, maupun di Kampung Batik yang lain.