Search

Dewan Keamanan mendengar kemajuan di Bosnia meskipun terdapat tren penyangkalan genosida yang ‘mengkhawatirkan’

Aulanews.id – Miroslav Jenča, Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Eropa, Asia Tengah dan Amerika di Departemen Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian serta Operasi Perdamaian, memberikan informasi terkini mengenai perkembangan terkini sejak pengarahan terakhir Dewan di kantornya pada bulan Juli.

Negara ini terus bergulat dengan isu-isu yang berasal dari perang brutal yang menewaskan 100.000 orang di seluruh bekas Yugoslavia pada awal tahun 1990an, termasuk genosida Srebrenica yang menewaskan 8.000 pria dan anak laki-laki.

Perang berakhir dengan Perjanjian Damai Dayton pada tahun 1995 dan pembentukan Bosnia dan Herzegovina, Kroasia dan Serbia sebagai Negara Anggota PBB yang terpisah.

“Ada konsensus di antara para pemimpin politik di Bosnia dan Herzegovina bahwa integrasi Eropa adalah jalan terbaik untuk menjamin stabilitas dan kemakmuran masa depan negara tersebut,” katanya.

‘Peluang unik’ untuk menjembatani kesenjanganBapak Jenča mencatat keputusan Dewan Eropa pada bulan Maret tahun ini untuk membuka perundingan aksesi dengan Bosnia dan Herzegovina, berdasarkan penilaian Komisi Eropa terhadap kemajuan yang dicapai negara tersebut dalam reformasi legislatif dan peradilan yang penting.

Baca Juga:  Serangan Rudal Rusia Membakar Rumah-Rumah di Kharkiv, Ukraina

Proyek Eropa telah menjadi peluang unik bagi benua ini untuk menjembatani perpecahan dan membentuk masa depan yang stabil dan sejahtera meskipun ada tantangan yang terus berlanjut,” jelas Asisten Sekretaris Jenderal.

Dia mengatakan bahwa berdasarkan komitmen bersama menuju masa depan yang stabil dan damai, Dewan Menteri Bosnia dan Herzegovina pada akhir tahun 2022 telah meminta dukungan PBB melalui Dana Pembangunan Perdamaian untuk berkontribusi pada memperkuat kohesi sosial, menghormati keberagaman, pengertian dan kepercayaanterutama di kalangan remaja putra dan putri di komunitas yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Aulanews.id, Jeddah – Dua kelompok terbang (kloter) jamaah haji Indonesia yaitu JKG 27 dan kedatangan gelombang dua di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah pukul 3.30 waktu Arab Saudi...

Kiai Bertutur

Sosial

Add New Playlist