Search

Cerita dari Arsip PBB: Peristiwa tahun kabisat dari sejarah PBB

Aulanews.id – Mulai dari memperluas kursi masyarakat adat di meja PBB hingga menunjuk orkestra Israel-Palestina yang didirikan bersama oleh sarjana terkenal Edward Said sebagai Advokat Global PBB untuk Pemahaman Budaya, berikut adalah cuplikan dari apa yang terjadi pada hari ini selama beberapa dekade.

Zanzibar yang merdeka pada 10 Desember 1963 diterima sebagai Negara Anggota PBB ke-112. (mengajukan)

1964: Zanzibar masuk ke Organisasi Kesehatan DuniaOrganisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) menerima keanggotaan dari negara dan wilayah di setiap wilayah di dunia. Memang, pada tahun 1964, masih ada 115 negara anggota PBB dan puluhan koloni yang belum mencapai kemerdekaan.

Zanzibar, sebuah pulau di Samudera Hindia di lepas pantai Afrika, merdeka dari kekuasaan Inggris dan bergabung dengan PBB sebagai Negara Anggota ke-112 pada bulan Desember 1963. Pada tanggal 29 Februari 1964, negara tersebut mengajukan permohonan keanggotaan WHO. Hal ini menyusul permohonan Tanganyika dari WHO pada tahun 1962, yang dilakukan setelah negara Afrika Timur tersebut memperjuangkan kemerdekaannya dari Inggris pada tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Biarkan generasi muda memimpin, desak kampanye advokasi baru

Meskipun kedua negara tersebut memiliki keanggotaan PBB dan WHO yang terpisah pada saat itu, pada akhir April 1964, Zanzibar dan Tanganyika menjadi satu Negara Anggota PBB, bergabung menjadi Republik Persatuan Tanganyika dan Zanzibar. Pada bulan November tahun itu, negara tersebut berganti nama menjadi Republik Persatuan Tanzania.

Bangunan kota Tirus di Lebanon selatan yang rusak parah setelah serangan pasukan invasi Israel pada tahun 1978. (file)

Bangunan kota Tirus di Lebanon selatan yang rusak parah setelah serangan pasukan invasi Israel pada tahun 1978. (file)

1984: Uni Soviet memveto rancangan pengiriman pasukan PBB ke Lebanon yang dilanda perangHak veto adalah hak yang dimiliki oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB – Tiongkok, Prancis, Rusia, Inggris, Amerika Serikat. Pada hari ini di tahun 1984, Uni Soviet, sekarang Rusia, memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan yang akan memanggil pasukan PBB untuk membantu Pemerintah Lebanon, yang telah terlibat dalam perang saudara yang berakhir pada tahun 1975 hingga 1990.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Aulanews.id – Bek PERSIB, Nick Kuipers ingin menjaga tren kemenangan saat menjamu Borneo FC pada pertandingan pekan ke-33 Liga 1 2023/2024 di Stadion Si Jalak Harupat, Kamis 25 April 2024,...

Kiai Bertutur

Sosial

Add New Playlist